Pages

Jumat, 03 Agustus 2012

Coretan di Dinding

Pada suatu ketika seorang pekerja sedang berada sebuah masjid. Pekerja tersebut adalah seniman yang bertugas membuat kaligrafi di dinding masjid tersebut. Pekerja tersebut dibantu oleh seorang teman yang menjadi asistennya.

Berhari-hari mereka melukis dinding masjid tersebut dengan sebaik-baiknya karena mereka mengharapkan hasil yang sempurna. Karena kaligrafi dibuat pada dinding yang tinggi maka mereka menggunakan tangga yang memanjang sehingga mereka lebih leluasa dalam melukis.

Pada akhirnya karya seni itu pun selesai. Sang pekerja tampak puas dengan hasil karyanya. Berkali-kali mereka mengamati dan mengagumi kaligrafi tersebut. Di atas tangga, sambil berjalan mundur sang pekerja mengamati dengan seksama. Karena asyiknya dia tidak menyadari kalau dia sudah berada di ujung akhir tangga, tinggal selangkah lagi jika dia berjalan mundur lagi dia akan terjatuh dari tangga setinngi hampir 4 meter tersebut.
Sang teman, yang mengetahui hal tersebut bermaksud untuk memperingatkan pekerja tersebut. Tapi, jika dia berteriak, temannya tersebut pasti kaget dan akan terjatuh.

Temannya mengambil cara lain. Dia mengambil kuas lukisnya, dan membuat sedikit coretan di kaligrafi tersebut.
Sang pekerja, demi mengetahui hal tersebut marah, dan spontan maju mendekati temannya.
“ Apa maksudmu melakukan ini?!!. Apa kau tidak merasakan betapa sulitnya kita menyelesaikan kaligrafi ini!”
“Dan kau sekarang sudah merusak kaligrafi ini dengan coretanmu itu!!” Apa maksudmu hah..!!”
Mengetahui kemarahan sang pekerja, temannya tersenyum. Sambil meminta maaf dia menjelaskan maksudnya memberi coretan di kaligrafi tersebut hanya untuk mengingatkan sang pekerja dari bahaya yang tidak disadarinya.

Seperti itu jugalah, kadang Tuhan memperingatkan kita dengan caraNya. Dengan memberi sedikit coretan pada hasil karya hidup kita. Tapi kadang kita tidak menyadari maksud Tuhan tersebut. Dan kita selalu berprasangka buruk kepada Tuhan.
Kalau saja kita tahu maksud Tuhan tersebut, maka yang ada hanyalah rasa syukur kepadaNya. Rasa syukur atas semua peringatanNya demi kebaikan kita.

Apakah kamu sudah memulai hari ini dengan memanjatkan syukur kepadaNya??


Palembang, 30 Oktober 2009 15.28

0 komentar:

Poskan Komentar